Alergi Kulit

Alergi Kulit

Alergi kulit dapat berkembang dalam hitungan menit atau secara bertahap setelah beberapa jam berlalu. Walau kebanyakan reaksi alergi adalah ringan, namun reaksi alergi yang serius juga bisa terjadi secara tiba-tiba. Penyebabnya pun bisa bermacam-macam, karena itu untuk mencegah alergi kulit, penting untuk mengenali pemicu dan menghindarinya.

Dalam istilah kedokteran, alergi kulit disebut dermatitis kontak alergi. Alergi dapat dipicu oleh beberapa penyebab. Munculnya alergi disebabkan oleh paparan terhadap alergen, yaitu unsur asing yang secara keliru dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga jika terpapar bisa mengakibatkan reaksi alergi.

Seseorang yang memiliki kulit sensitif sangat mudah mengalami alergi. Beberapa tanda yang bisa dikenali di antaranya adalah kulit memerah, muncul ruam, kulit terasa gatal dan bengkak.

Penyebabnya

Ada beberapa hal yang umumnya dapat menyebabkan dan memicu reaksi alergi kulit, antara lain:

  • Produk kosmetik, contohnya perias muka, losion, deodoran, sabun, shampo, dan pewarna rambut.
  • Produk pembersih, seperti pembersih lantai, sabun cuci, desinfektan serta deterjen.
  • Obat-obatan yang dioles-oleskan pada kulit, seperti cream antigatal atau antibiotik.
  • Aksesori yang terbuat dari logam, contohnya nikel atau emas.
  • Tanaman, yang bisa meliputi daun, batang, atau serbuk sari.
  • Lateks, yakni bahan yang dipakai untuk sarung tangan karet, kondom serta balon.
  • Semprotan serangga.
  • Minyak wangi.

Anda pun beresiko semakin besar terserang alergi kulit bila Anda mempunyai satu kondisi kulit yang dimaksud eksim (eczema), terjadi peradangan pada tungkai sisi bawah karena perputaran darah yang terusik, atau gatal-gatal pada area intim.

Reaksi alergi tidak langsung ada saat pertama kali badan terkena dengan alergen. Pada paparan pertama, skema ketahanan badan cuma akan mengingatnya lalu membuat anti-bodi sebagai reaksi. Bila badan terkena zat pemicu alergi selanjutnya, akan terjadi reaksi alergi. Proses pembentukan reaksi kebal pada alergen memakan waktu sekurang-kurangnya 10 hari.

Bila telah mempunyai alergi, dalam beberapa saat saja, pasien langsung bisa alami tanda-tanda alergi kulit saat bersentuhan dengan alergen. Tetapi, juga bisa tanda-tanda baru muncul 1-2 hari sesudah terkena alergen. Pada beberapa masalah, alergi bisa memunculkan reaksi yang fatal atau anafilaksis

Walaupun jarang ada, kita perlu tetap siaga pada reaksi alergi berbentuk anafilaksis. Selain kulit memerah, anafilaksis bisa mengakibatkan sesak napas, kram perut, lemas dengan tidak diduga, abuh pada tenggorokan serta mulut, serta kehilangan kesadaran. Bila tidak segera diatasi, anafilaksis bisa mengakibatkan kematian

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *