Kisah Salman Al Farisi Pencari Kebenaran Sejati

Kisah Salman Al Farisi Pencari Kebenaran Sejati

Kisah Salman Al Farisi. Pahlawan yang akan kita ceritakan sekarang ini berasal dari Persia.

Dari Persia ini pula agama islam nanti di anut oleh orang-orang Mukmin yang tidak sedikit jumlahnya dan dari kalangan mereka muncul pribadi-pribadi yang tiada tanding, dalam hal apapun.

Salah satu keistimewaan dan keagungan Islam ialah, setiap Islam memasuki suatu negeri, maka dengan keajaiban luar biasa segala potensi yang tersembunyi dari penduduk negeri itu dibangkitkan, sehingga muncullah para ahli dalam bidang keilmuan yang semuanya Muslim.

Ternyata tokoh itu berasal dari setiap penjuru dan muncul disetiap bangsa, hingga masa-masa awal perkembangan Islam penuh dengan orang-orang jenius dalam segala bidang, tetapi satu agama yakni Islam

Rasulullah ﷺ sendiri memang telah mengabarkan perkembangan yang penuh berkah dari agama ini, bahkan beliau telah menerima janji yang benar dari Rabbnya Yang Maha Besar lagi Maha Mengetahui.

Bahwa suatu hari nanti tidak ada lagi baginya jarak pemisah tempat dan waktu, hingga sejauh mata memandang akan menyaksikan panji-panji Islam berkibar di seluruh muka bumi, serta di istana-istana para penduduknya.

Salman Al Farisi sendiri turut menyaksikan hal tersebut, karena ia terlibat dan mempunyai hubungan erat dengan kejadian itu.

Peristiwa itu terjadi pada perang Khandak pada tahun 5 H.

Awalnya, beberapa orang pemuka yahudi pergi ke Makkah untuk memobilisasi orang-orang musyrik dan membentuk pasukan gabungan untuk menghadapi Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin.

Mereka berjanji akan memberikan bantuan dalam perang penentu yang akan mencabut akar agama baru ini.

Siasat dan taktik perang pun diatur secara licik. Tentara Quraisy dan bani Ghatafan akan menyerangnya dari belakang barisan kaum muslimin sehingga mereka akan terjepit dari dua arah. Dengan demikian, mereka akan hancur lebur dan hanya tinggal kenangan saja.

Suatu hari kaum muslimin tiba-tiba melihat kedatangan pasukan yang besar mendekat dan memabawa perbekalan yang banyak dan persejataannya lengkap untuk menghancurkan Madinah.

Kaum muslimin panik dan mereka bagaikan kehilangan akal melihat hal yang tidak diduga-duga itu. Keadaan mereka di lukiskan oleh Al Qur’an, dalam firman Allah :

“ Yaitu (ketika) mereka datang kepada dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan (mu) terpana dan hatimu menyesak sampai tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah,” (Al Ahzab : 10 )

Dua puluh empat ribu prajurit di bawah pimpinan abu sofyan dan Uyainah bin Hishn mendatangi kota Madinah.  Dengan tujuan hendak mengepung dan melepaskan serangan penentuan agar mereka terbebas dari Muhammad ﷺ agama serta para sahabatnya.

Pasukan ini tidak saja terdiri dari orang-orang Quraisy, tetapi juga dari berbagai kabilah dan kelompok-kelompok yang berkepentingan yang menganggap Islam sebagai lawan yang membahayakan mereka.

Peristiwa ini merupakan percobaan akhir dan penentuan bagi pihak musuh-musuh Islam, baik individu, kelomok, suku, maupun golongan yang memiliki kepentingan tersendiri.

Kaum Muslimin menyadari bahwa mereka sedang dalam keadaan gawat, Rasulullah ﷺ pun mengumpulkan para sahabat untuk bermusyawarah. Mereka semua tentu saja setuju untuk melawan, tetapi apa yang harus mereka lakukan untuk melawan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *